<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ningfaiza's Weblog</title>
	<atom:link href="http://ningfaiza.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ningfaiza.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 01 Jan 2009 02:16:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ningfaiza.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Ningfaiza's Weblog</title>
		<link>http://ningfaiza.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ningfaiza.wordpress.com/osd.xml" title="Ningfaiza&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ningfaiza.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Komposisi</title>
		<link>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/komposisi/</link>
		<comments>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/komposisi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 02:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningfaiza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komposisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningfaiza.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[KOMPOSISI Komposisi ialah susunan unsur-unsur rupa yang memancarkan kesan-kesan kesatupaduan, irama, dan keseimbangan dalam suatu karya, sehingga karya itu terasa utuh, jelas, dan memikat. Unsur desain adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan desain, sehingga orang lain dapat membaca desain itu. Maka yang dimaksud tidak lain adalah unsur-unsur yang dapat dilihat atau lazim disebut unsur visual. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningfaiza.wordpress.com&amp;blog=4805831&amp;post=25&amp;subd=ningfaiza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><strong>K</strong><span style="color:#993300;"><strong><em>O</em></strong></span><strong>MPOSISI</strong></h1>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p><strong><em>Komposisi i</em></strong>alah susunan unsur-unsur rupa yang memancarkan kesan-kesan kesatupaduan, irama, dan keseimbangan dalam suatu karya, sehingga karya itu terasa utuh, jelas, dan memikat.</p>
<p>Unsur desain adalah unsur-unsur yang digunakan untuk mewujudkan desain, sehingga orang lain dapat membaca desain itu. Maka yang dimaksud tidak lain adalah unsur-unsur yang dapat dilihat atau lazim disebut unsur visual. Wujudnya ialah: garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ukuran, nada gelap terang, dan arah.</p>
<p>Setiap unsur seni di komposisikan secara estetis. Sebagai kata sifat estetika (estetik) mengandung pengertian keindahan dan juga rasa indah. Sedangkan sebagai ilmu, estetika berarti ilmu pengetahuan yang membahas segala sesuatu yang estetik.</p>
<p>Kapasitas estetika dalam seni adalah sebagai &#8220;roh&#8221; yang menentukan hidup dan matinya sebuah tampilan karya seni dan desain. Seniman atau designer adalah pemberi &#8220;roh&#8221; tentu menyadari roh macam apa yang harus disandangkan kepada seni rupanya. Oleh karena itu seiap karya seni harus di komposisikan secara estetis agar menghasilkan karya yang menarik.</p>
<p>Ada beberapa aturan yang perlu digunakan untuk menyusun bentuk-bentuk tersebut. Walaupun penerapan prinsip-prinsip penyusunan tidak bersifat mutlak, namun karya seni yang tercipta harus layak disebut karya yang baik. Perlu diketahui bahwa prinsip-prinsip ini bersifat subyektif terhadap penciptanya.</p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/BUKANU%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="19" height="19" /> <strong>Pola komposisi</strong></p>
<p>Pola komposisi ada 3 macam, yaitu: simetri, asimetri, dan bebas atau informal.</p>
<p><strong><em>1. </em></strong><strong><em>Pola simetri</em></strong></p>
<p>Pola simetri menggambarkan dua bagian yang sama dalam sebuah susunan. Komposisi yang berpola simetri meletakkan fokusnya di tengah, dan meletakkan unsur-unsurnya di bagian kiri sama dengan bagian kanan, ibarat pinang di belah dua. Jika ada dua fokus dalam komposisi simetri, maka penempatanya bisa stu di kiri, satu di kanan. Penempatan demikian memberikan kesan bagian kiri dan bagian akanan sama kuat. Komposisi berpola simetri memberikan kesan formal, beraturan dan statis.</p>
<p><strong><em>2. </em></strong><strong><em>Pola asimetri</em></strong></p>
<p>Komposisi asimetri meletakkan fokusnya tidak di tengah-tengah, dan paduan unsur-unsur di bagian kiri tidak sama dengan yang di bagian kanan, tetapi tetap memancarkan keseimbangan. Kompisisi asimetri memberikan kesan keteraturan yang bervariasi dan karenanya tidak formal serta lebih dinamis.</p>
<p><strong><em>3. </em></strong><strong><em>Pola bebas</em></strong></p>
<p>Komposisi pola bebas meletakkan fokus dan unsur-unsurnya secara bebas, tetapi tetap memelihara keseimbangan. Dibandingkan dengan pola simetri, pada pola bebas ini kesan keteraturan dan kesan formal sama sekali tidak terasa. Meskipun demikian, kecermatan dan ketelitian dalam membentuk irama dan keseimbangannya menjadikan komposisi berpola bebas ini tampak dan terasa lebih hidup serta semakin menarik.</p>
<h2>Prinsip &#8211; prinsip dasar seni rupa</h2>
<ol type="1">
<li>Kesatuan (Unity)</li>
</ol>
<p>Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai.</p>
<ol type="1">
<li>Keseimbangan (Balance)</li>
</ol>
<p>Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita measa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua dayan yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani.</p>
<ol type="1">
<li>Proporsi (Proportion)</li>
</ol>
<p>Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan -perbandingan yang tepat. Pada dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.</p>
<ol type="1">
<li>Irama (Rhythm)</li>
</ol>
<p>Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk -bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk -bentuk unsur rupa.</p>
<ol type="1">
<li>Dominasi (Domination)</li>
</ol>
<p>Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan deisan. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsure sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu utnuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan.</p>
<p>Penggunaan prinsip-prinsip dasar seni rupa inilah yang merupakan faktor utama dalam membentuk komposisi estetis dalam sebuah karya seni, terutama seni rupa/grafis.<strong> </strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningfaiza.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningfaiza.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningfaiza.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningfaiza.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningfaiza.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningfaiza.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningfaiza.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningfaiza.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningfaiza.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningfaiza.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningfaiza.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningfaiza.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningfaiza.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningfaiza.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningfaiza.wordpress.com&amp;blog=4805831&amp;post=25&amp;subd=ningfaiza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/komposisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c70234504375eb561d64902fbc04ba67?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ningfaiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Psikologi Warna</title>
		<link>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/psikologi-warna/</link>
		<comments>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/psikologi-warna/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 02:06:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningfaiza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psikologi Warna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningfaiza.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[
<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningfaiza.wordpress.com&amp;blog=4805831&amp;post=23&amp;subd=ningfaiza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"MS Mincho"; 	panose-1:2 2 6 9 4 2 5 8 3 4; 	mso-font-alt:"ＭＳ 明朝"; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;} @font-face 	{font-family:Garamond; 	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"\@MS Mincho"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:128; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:fixed; 	mso-font-signature:1 134676480 16 0 131072 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-fareast-language:JA;} p.MsoFooter, li.MsoFooter, div.MsoFooter 	{margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	tab-stops:center 207.65pt right 415.3pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"MS Mincho"; 	mso-ansi-language:IN; 	mso-fareast-language:JA;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:2.0cm 2.0cm 2.0cm 2.0cm; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1644234267; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:2138075178 -1236223448 -1230750404 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:image; 	list-style-image:url("file:///C:/DOCUME~1/BUKANU~1/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif"); 	mso-level-text:; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	font-family:Symbol;} @list l0:level2 	{mso-level-tab-stop:18.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:18.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --></p>
<p><!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Keberadaan warna diketahui dapat mempengaruhi emosi manusia. Pada masa sekarang orang memilih warna tidak hanya sekedar mengikuti selera pribadi berdasarkan perasaan saja, tetapi telah memilihnya dengan penuh kesadaran akan kegunaannya. Resons manusia terhadap warna merupakan asosiasi yang bersifat naluriah sebagaimana kita mengasosiasikan musik, apakah menyedihkan atau menggembirakan. Warna dapat mempengaruhi mata sekuat atau sesensitif bunyi mempengaruhi telinga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><img src="/DOCUME%7E1/BUKANU%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Warna dan kepribadian seseorang</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Kesukaan seseorang terhadap warna menurut penelitian ilmu jiwa bisa di asosiasikan dengan sifat pembawaan orangnya. Berikut ini adalah warna-warna yang mempunyai asosiasi dengan pribadi seseorang.</span></p>
<ul>
<li><span style="color:#ff6600;"><span style="text-decoration:underline;"><em><span lang="IN">Merah</span></em></span></span><span lang="IN"><span style="color:#000000;"> : </span></span><span lang="IN">cinta, nafsu, kekuatan, berani, primitif, menarik, bahaya dosa, pengorbanan,</span><span lang="IN"> vitalitas</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="color:#ff99cc;"><em><span lang="IN">Merah jingga</span></em></span><span lang="IN">: </span><span lang="IN">Semangat, tenaga, kekuatan, pesat, hebat, gairah.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="color:#ff00ff;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><em><span lang="IN">Jingga</span></em></span></strong></span><span lang="IN"><span style="color:#ff99cc;"><span style="color:#ff00ff;"> </span> </span>: hangat, semangat muda, ekstremis, menarik</span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#ffcc99;"><em><span lang="IN">Kuning jingga</span></em></span></span></strong><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong>: kebahagiaan, penghormatan, kegembiraan, optimisme, terbuka.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#ffff00;"><em><span lang="IN">Kuning</span></em></span></strong></span><span lang="IN"><span style="text-decoration:underline;"><strong><span style="color:#ffff00;"> </span></strong> </span> : cerah, bijaksana, terang, bahagia, hangat, pengecut, pengkhianatan</span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#99cc00;"><em><span lang="IN">Kuning hijau</span></em></span></span></strong><span lang="IN"> : persahabatan, muda, kehangatan, baru, gelisah, berseri</span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#00ff00;"><em><span lang="IN">Hijau muda</span></em></span></span></strong><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#00ff00;"> </span> </span></strong> : kurang pengalaman, tumbuh, cemburu, iri hati, kaya, segar, istirahat tenang</span></li>
</ul>
<ul>
<li><em><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#33cccc;">Hijau biru </span> </span></strong> </span></em><span lang="IN"> : tenang, santai, diam, lembut, setia, kepercayaan</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="color:#0000ff;"><em><span lang="IN">Biru</span></em></span><span lang="IN"><span style="color:#0000ff;"> </span> : damai, setia, konservatif, pasif terhormat, depresi, lembut, menahan  diri, ikhlas.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#666699;"><em><span lang="IN">Biru ungu</span></em></span></span></strong><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#666699;"> </span></span></strong> : spiritual, kelelahan, hebat, kesuraman, kematangan, sederhana,</span><span lang="IN"> rendah hati, keterasingan, tersisih, tenang, sentosa.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#cc99ff;"><em><span lang="IN">Ungu</span></em></span></span></strong><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#cc99ff;"> </span></span></strong> : misteri, kuat, supremasi, formal, melankolis, pendiam, agung (mulia)</span></li>
</ul>
<ul>
<li><em><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#800080;">Merah ungu </span></span></strong> </span></em><span lang="IN"> : tekanan, intrik, drama, terpencil, penggerak, teka-teki.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#808080;"><em><span lang="IN">Coklat</span></em></span></span></strong><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#808080;"> </span></span></strong> : hangat, tenang, alami, bersahabat, kebersamaan, tenang, sentosa, rendah hati.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"><em><span lang="IN">Hitam </span></em></span></strong><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong> : kuat, duka cita, resmi, kematian, keahlian, tidak menentu.</span></li>
</ul>
<ul>
<li><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#c0c0c0;"><em><span lang="IN">Abu-abu</span></em></span></span></strong><span lang="IN"><strong><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#c0c0c0;"> </span></span></strong> : tenang</span></li>
</ul>
<ul>
<li><span style="color:#c0c0c0;"><strong><span style="text-decoration:underline;"><em><span lang="IN">Putih</span></em></span></strong></span><span lang="IN"><span style="color:#c0c0c0;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong> </span> : senang- harapan, murni, lugu, bersih, spiritual, pemaaf, cinta, terang.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><img src="/DOCUME%7E1/BUKANU%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Karakteristik warna</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN">Karakteristik warna dalam hal ini adalah ciri-ciri atau sifat-sifat khas yang dimiliki oleh suatu warna. </span></p>
<ul>
<li><em><span lang="IN">Warna hangat</span></em><span lang="IN"> : merah, kuning, coklat, jingga. Dalam lingkaran warna terutam warna- warna yang berada dari merah ke kuning</span></li>
</ul>
<ul>
<li><em><span lang="IN">Warna sejuk</span></em><span lang="IN"> : dalam lingkaran warna terletak dari hijau ke ungu melalui biru</span></li>
</ul>
<ul>
<li><em><span lang="IN">Warna tegas </span></em><span lang="IN">: warna biru, merah, kuning, putih, hitam</span></li>
</ul>
<ul>
<li><em><span lang="IN">Warna tua/gelap</span></em><span lang="IN"> : warna-warna tua yang mendekati warna hitam (coklat tua, biru </span><span lang="IN">tua, dsb)</span></li>
</ul>
<ul>
<li><em><span lang="IN">Warna muda/terang</span></em><span lang="IN">: warna-warna yang mendekati warna putih</span></li>
</ul>
<ul>
<li><em><span lang="IN">Warna tenggelam</span></em><span lang="IN"> : semua warna yang diberi campuran abu-abu</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><img src="/DOCUME%7E1/BUKANU%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="*" width="13" height="13" /><span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span><!--[endif]--><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Arti perlambangan warna</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#e0e0e0 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">1.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> <span style="color:#ff6600;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="color:#ff6600;">MERAH</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dari semua warna, merah adalah warna terkuat dan paling menarik perhatian, bersifat agresif lambang primitif. Warna ini diasosiasikan sebagai darah, marah, berani, seks, bahaya, kekuatan, kejantanan, cinta, kebahagiaan. Di cina, warna merah digunakan pada waktu perayaan pernikahan dan pengantin wanita biasanya memakai pakaian warna merah. Agama dan kepercayaan di barat melambangkan merah pada mati shyahid. Bendera perang zaman Romawi berwarna merah dan warna tersebut kini di gunakan sebagai lambang anarkis, teroris, tanda tantangan dan balas dendam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#e0e0e0 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">2.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="color:#800080;">MERAH KEUNGUAN</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Warna ini memiliki karakteristik mulia, agung, kaya, bangga(sombong), dan mengesankan. Lambang serta asosiasinya merupakan kombinasi dari kedua warna tersebut. Warna ini disukai oleh raja-raja zaman lampau. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#e0e0e0 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">3.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="color:#cc99ff;">UNGU</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Karakteristik warna ini adalah sejuk, negatif, mundur, hampir sama dengan biru tetapi lebih tenggelam dan khidmat, mempunyai karakter murung dan menyerah. Warna ini melambangkan dukacita, kontemplatif, suci, lambang agama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#e0e0e0 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">4.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> <span style="color:#3366ff;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="color:#3366ff;">BIRU</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Warna ini mempunyai karakteristik sejuk, pasif, tenang, dan damai. Goethe menyebutkan sebagai warna mempesona, spiritual, monoteis, kesepian, saat ini memikirkan masa lalu dan masa mendatang. Biru merupakan warna perspektif, manarik kita kepada kesendiriran, dingin, membuat jarak dan terpisah. Biru melambangkn kesucian harapan dan kedamaian. Orang Spanyol dan orang Venesia, kaum elitenya dikuasai warna biru dan hitam. Mereka sadar akan keterpisahanya. Dewasa ini ungkapan ‘darah biru’ menjukkan sikap aristokratik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#e0e0e0 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">5.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> <span style="color:#00ff00;"> </span></span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="color:#00ff00;">HIJAU</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Warna hijau mempunyai karakter yang hampir sama dengan biru. Di bandingkan dengan warna lain, warna hijau relatif lebih netral. Pengaruh terhadap emosi hampir mendekati pasif: lebih bersifat istirahat. Hijau melambangkan perenungan, kepercayaan(agama) dan keabadian. Dalam penggunaanya biasa warna hijau mengungkapkan kesegaran, mentah, muda, belum dewasa, pertumbuhan, kehidupan dan harapan, kelahiran kembali dan kesuburan. Pada mitologi Mesir, hijau dilambangkan untuk mendamaikan pertentangan-pertentangan alam. Warna ini menggambarkan Osiris dewa tumbuh-tumbuhan dan dewa kematian. Pada mitologi Yunani, warna hijau melambangkan penyatuan dewa Hermes(lambangnya biri) dengan dewi Aphrodite(lambangnya kuning), menjadi dewa Hermaphrodite (hijau). Secara historik hijau adalah warna yang dihindari dan mudah dilupakan, tetapi dewasa ini keborosan alam mengharapkan dunia ini hijau kembali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Sifat negatif dari warna hijau adalah warna yang tidak disukai anak-anak, diasosiasikan warna penyakit, rasa benci, racun, dan cemburu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#e0e0e0 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">6.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="color:#ffff99;">KUNING</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Warna kuning adalah kumpulan dua fenomena penting dalam kehidupan manusia, yaitu kehidupan yang diberikan oleh matahari di angkasa dan emas sebagai kekayaan bumi. Kuning adalah warna cerah, karena itu sering dilambangkan sebagai kesenangan atau kelincahan. Bila merah dan biru melambangkan jantung dan roh, maka kuning adalah lambang intelektual. Di negara yang bermusim empat, kuning melambangkan musim gugur, karena pada musim itu daun-daun berwarna kuning dan tidak lama kemudian berguguran. Bangsa-bangsa mongoloid dilambangkan sebagai bangsa berkulit kuning.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Kuning adalah warna yang paling terang setelah putih, tetapi tidak semurni putih. Kuning memaknakan kemuliaan cinta serta pengertian yang mendalam dalam hubungan antar manusia. Di cina warna kuning merupakan lambang kekaisaran sama halnya dengan di Indonesia yang sampai sekarang masih digunakan untuk warna payung kebesaran Sultan Yogyakarta. Walaupun kuning melambangkan keceriaan, tetapi kuning kurang disukai.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#d9d9d9 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">7.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="color:#ffffff;">PUTIH</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Warna putih memiliki karakter positif, merangsang, cemerlang, ringan dan sederhana. Putih melambangkan kesucian, polos, jujur, dan murni. Di Cina, warna putih melambangkan duka cita. Di Barat warna putih dipakai oleh pengantin wanita, sama halnya seperti pada suku Sunda di Jawa Barat. Pada waktu berperang, bendera putih melambangkan penyerahan(kalah). Putih juga melambangkan kekuatan Maha Tinggi, lambang cahaya, kemenangan yang mengalahkan kegelapan. Pada zaman Mesir Kuno mahkota putih menghiasi kepala Osaris. Pendeta-pendeta zaman Romawi mamakai jubah putih pada upacara menyembanh dewa Jupiter. Setiap tahun baru para konsul mamakai jubah putih menuju ke atas kapitol dengan mengendarai kuda putih untuk merayakan kemenangan Jupiter, dewa cahaya, dan roh yang menghilangkan kegelapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pada waktu melaksanakan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima, para jemaah memakai pakaian ‘ihram’ berwarna putih. Menurut ilmu tasawuf Islam warna putih (abjadh) dihubungkan dengan jiwa yang tenang atau an-nafs al Mutma’iannah, karena dalam menjalankan perintah Allah manusia harus bebas dari hawa nafsu. Dengan demikian juga dengan pakaian kain kafan putih bagi jenazah, menurut hadis pemakaian kafan berwarna putih dipandang sebagai warna terbaik. Dari kedua hal tersebut dapat dimengerti mengapa Pangeran Diponegoro ketika memimpin perang memakai jubah putih, demikian juga halnya dengan Tuanku Imam Bonjol beserta pengikutnya. Keduanya dihubungkan dengan mati Syahid, karena berperang mempertahankan agama.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#e0e0e0 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">8.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN"><span style="color:#999999;">ABU-ABU</span></span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bermacam-macam warna abu-abu dengan berbagai tingkatan melambangkan ketenangan, sopan, dan sederhana. Karena itu, warna abu-abu sering melambangkan orang yang telah berumur dengan kepasifannya, sabar dan rendah hati. Abu-abu juga melambangkan intelegensia, tetapi juga mempunyai lambang negatif yaitu keragu-raguan, tidak dapat membedakan mana yang lebih penting dan mana yang kurang penting. Karena sifatnya yang netral warna abu-abu sering dilambangkan sebagai penengah dalam pertentangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="background:#e0e0e0 none repeat scroll 0 0;margin-left:18pt;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">9.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></em></strong><!--[endif]--><strong><em><span style="font-family:Garamond;" lang="IN">HITAM</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Warna hitam melambangkan kegelapan dan ketidakhadiran cahaya. Hitam menendakan kekuatan yang gelap, lambang misteri, warna malam, dan selalu diindikasikan dengan kebalikan dari sifat warna putih atau berlawanan dengan cahaya terang. Sering juga dilambangkan sebagai warna kehancuran atau kekeliruan. Umumnya warna hitam diasosiasikan dengan sifat negatif. Ungkapan seperti kambing hitam, ilmu hitam (black magic), daftar hitam, pasar gelap(black market), daerah hitam(black list), adalah tempat menunjukkan sifat-sifat negatif itu. Warna hitam juga dapat menunjukkan sifat-sifat yang positif, yaitu menandakan sikap tegas, kukuh, formal, struktur yang kuat. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;"><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningfaiza.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningfaiza.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningfaiza.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningfaiza.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningfaiza.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningfaiza.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningfaiza.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningfaiza.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningfaiza.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningfaiza.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningfaiza.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningfaiza.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningfaiza.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningfaiza.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningfaiza.wordpress.com&amp;blog=4805831&amp;post=23&amp;subd=ningfaiza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/psikologi-warna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c70234504375eb561d64902fbc04ba67?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ningfaiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/nirmana/</link>
		<comments>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/nirmana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 01:46:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningfaiza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nirmana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningfaiza.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[NIRMANA Bertolak dari pengertian Nirmana, para perupa dan desainer cenderung mempersamakan pengertian Nirmana yang berarti ” tidak ada”. Dengan demikian pengertian Nirmana tiadak jauh dari itu, Nirmana bisa bermakna “kosang”, “tak ada sesuatu” atau berarti juga “ tidak nyata”; “abstrak”. Dalam hubungan dengan desain hal itu berarti merupakan titik awal, titik paling awal, paling mendasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningfaiza.wordpress.com&amp;blog=4805831&amp;post=19&amp;subd=ningfaiza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1 class="MsoNormal" style="text-align:center;text-indent:36pt;line-height:150%;">NIRMANA</h1>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Bertolak dari pengertian Nirmana, para perupa dan desainer cenderung mempersamakan pengertian Nirmana yang berarti ” tidak ada”. Dengan demikian pengertian Nirmana tiadak jauh dari itu, Nirmana bisa bermakna “kosang”, “tak ada sesuatu” atau berarti juga “ tidak nyata”; “abstrak”.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dalam hubungan dengan desain hal itu berarti merupakan titik awal, titik paling awal, paling mendasar dalam mengenal desain. Dari pengertuan<span> </span>itu pulalahada yang menyebut Nirmana dengan “Rupa Dasar” </span></p>
<p style="text-indent:36pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Nirmana adalah pengorganisasian atau penyusunan elemen-elemen visual seperti titik, garis, warna, ruang dan tekstur menjadi satu kesatuan yang harmonis. Nirmana dapat juga diartikan sebagai hasil angan-angan dalam bentuk dwimatra, trimatra yang harus mempunyai nilai keindahan (estetis). Nirmana disebut juga ilmu tatarupa. Unsur-unsur pembentuk organisasi estetis tersebut antara lain:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:16pt;line-height:150%;" lang="IN">Titik</span></em></strong><span lang="IN">.</span><span style="font-family:&quot;" lang="IN"> </span><span lang="IN">Titik adalah suatu      bentuk kecil yang tidak mempunyai dimensi. Raut titik yang paling umum      adalah bundaran sederhana, mampat, tak bersudut dan tanpa arah. </span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN">Garis,</span></em></strong><span lang="IN"> garis adalah suatu hasil goresan nyata dan batas limit suatu      benda, ruang, rangkaian masa dan warna. Melalui goresan-goresan berupa      unsur garis tersebut seseorang dapat berkomunikasi. Begitu pun seorang      perancang dapat mengemukakan pola rancangannya kepada orang lain karena      setiap garis memiliki sifat/karakter yang berbeda-beda.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN">Bidang</span></em></strong><span lang="IN">, Sebuah garis yang bertemu ujung pangkalnya akan membentuk sebuah      bidang, demikian juga beberapa garis yang saling potong satu sama lain      akan membentuk beberapa bidang. Bidang merupakan bentuk pipih tanpa      ketebalan, mempunyai dimensi pajang, lebar dan luas; mempunyai kedudukan,      arah dan dibatasi oleh garis. </span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN">Bentuk,</span></em></strong><span lang="IN"> setiap benda, baik benda alam maupun buatan mempunyai bentuk.      Istilah ‘bentuk’ dalam bahasa Indonesia dapat berarti bangun(shape) atau      bentuk plastis(form). Bangun ialahbentuk benda yang polos seperti yang      terlihat oleh mata, sekedar untuk menyebutkan sifatnya yang bulat,      persegi, segitiga, tak teratur dan sebagainya. Bentuk plastis ialah bentuk      benda sebagaimana terlihat terasa karena adanya unsur nilai(value)      gelap-terang, sehingga kehadiran benda itu tampak dan terasa lebih hidup      dan memainkan peran tertentu dalam lingkungannya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN">Warna</span></em></strong><span lang="IN">. Warna merupakan unsur desain yang paling menonjol. Kehadiran      unsur warna menjadikan benda dapat dilihat, dan melalui unsur warna orang      dapat mengungkapkan suasana perasaan, atau watak benda yang di      rancangnya.<span> </span>Sebagaimana unsur-unsur      lainya, warna juga menunjukkan sifat/watak yang berbeda-beda, bahkan      mempunyai variasi yang tidak terbatas. Sifat warna adalah ciri-ciri khas      suatu warna dibandingkan dengan warna lain. Watak warna ialah kesan khas      suatu warna terhadap perasaan. Berdasarkan sifat dan warna itu seorang      perancang dapat memperhitungkan efek dari warna yang dirancangnya.</span></li>
<li class="MsoNormal"><strong><em><span style="font-size:14pt;line-height:150%;" lang="IN">Tekstur</span></em></strong><span lang="IN">. Permukaan benda, baik benda alam maupun benda buatan, jarang      yang sama satu sama lainnya. Ada yang halus, ada yang kasar, ada pula yang      diantara halus dan kasar. Inilah yang disebut dengan tekstur.</span></li>
</ol>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningfaiza.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningfaiza.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningfaiza.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningfaiza.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningfaiza.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningfaiza.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningfaiza.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningfaiza.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningfaiza.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningfaiza.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningfaiza.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningfaiza.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningfaiza.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningfaiza.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningfaiza.wordpress.com&amp;blog=4805831&amp;post=19&amp;subd=ningfaiza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningfaiza.wordpress.com/2009/01/01/nirmana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c70234504375eb561d64902fbc04ba67?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ningfaiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERKEMBANGAN ANAK USIA SEKOLAH</title>
		<link>http://ningfaiza.wordpress.com/2008/09/10/perkembangan-anak-usia-sekolah/</link>
		<comments>http://ningfaiza.wordpress.com/2008/09/10/perkembangan-anak-usia-sekolah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 08:38:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ningfaiza</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ningfaiza.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Masa usia sekolah merupakan masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam hingga dua belas tahun yang ditandai dengan mulainya anak masuk sekolah dasar. Pada masa ini adalah masa matang bagi anak untuk belajar atau sekolah karena pada masa ini anak telah mengalami perkembangan-perkembangan yang membantu anak untuk dapat menerima bahan-bahan yang diajarkan. Sebagai pendidik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningfaiza.wordpress.com&amp;blog=4805831&amp;post=3&amp;subd=ningfaiza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong></strong></p>
<p><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Masa usia sekolah merupakan masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam hingga dua belas tahun yang ditandai dengan mulainya anak masuk sekolah dasar. Pada masa ini adalah masa matang bagi anak untuk belajar atau sekolah karena pada masa ini anak telah mengalami perkembangan-perkembangan yang membantu anak untuk dapat menerima bahan-bahan yang diajarkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Sebagai pendidik, guru hendaknya mengetahui perkembangan-perkembangan peserta didiknya. Dengan demikian pendidik dapat mengetahui apa yang hendak diajarkan dan bagaimana cara mengajarnya. Adapun perkembangan-perkembangan tersebut, meliputi:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">A.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Perkembangan Kognitif</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Masuknya anak ke sekolah membuat dunia dan minat anak bertambah luas. Dengan demikian bertambah pula pengertian tentang manusia dan benda-benda yang sebelumnya kurang atau tidak berarti. Pada usia ini anak-anak telah memasuki apa yang oleh <em>Piaget</em> disebut sebagai “<em>tahap oerasional konkret</em>” dalam berpikir, yaitu suatu masa dimana konsep yang pada awal masa kanak-kanak merupakan konsep yang samara-samar dan tidak jelas sekarang menjadi konkret.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Piaget berpendapat bahwa anak-anak mempunyai cara berpikir yang berbeda dengan orang dewasa. Perkembangan intelektual anak berlangsung melalui perkembangan yang dimaksud Piaget sebagai skema atau konsep. Menurut piaget konsep itu merupakan gambaran intelektual mengenai kegiatan fisik atau mental, sehingga konsep dapat dianggap sebagai kumpulan kaidah mengenai bagaimana cara berinteraksi dengan lingkungan. Piaget menekankan bahwa aktivitas di dalam menggunakan konsep inilah yang membawa anak kea rah hubungannya dengan lingkungan, sehingga menghasilkan perkembangan kognitif. Jalan yang ditempuh anak dalam interaksinya dengan lingkungan tergantung pada konsep yang dimilikinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Anak menghubungkan arti baru dengan konsep lama berdasarkan apa yang mereka pelajari setelah masuk sekolah. Selain itu anak mandapatkan arti dari media masa, terutama film, radio dan televisi. Ketika anak membaca buku di sekolah dan mencari keterangan dari ensiklopedia atau sumber-sumber informasi lain, anak tidak hanya mempelajari arti baru untuk konsep tetapi juga memperbaiki arti yang salah yang dihubungkan dengan konsep lama. Pengalaman anak sendiri juga memberikan makna bagi konsepnya. Karena pengalaman anak yang lebih besar dan lebih beragam daripada pengalaman anak prasekolah, dapat disimpulkan bahwa konsepnya berubah ke berbagai arah dan menjadi makin beragam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Adapun kategori kosep yang umum pada masa akhir kanak-kanak adalah sebagai berikut.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Kehidupan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Kematian</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Kehidupan setelah mati</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Fungsi-fungsi tubuh</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Ruang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Bilangan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Hubungan sebab-akibat</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Uang</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Waktu</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Diri</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Peran seks</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Peran sosial</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Keindahan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">·</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Kelucuan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"><span> </span>Konsep-konsep diatas telah mampu diserap dengan baik oleh anak usia sekolah, sebab menurut Piaget pada tahap operasional konkret ini anak sudah dapat berpikir operasional dengan materi berpikirnya secara konkrit. Semakin berkembangnya umur maka cara berpikir anak akan berkembang juga. Selanjutnya anak sudah mulai dapat mencoba menyelesaikan masalahnya dengan terlebih dahulu membuat sistem etika sederhana.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">B.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Perkembangan Bahasa</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Bahasa bukanlah sekedar alat komunikasi bagi anak, tetapi menyertai juga proses berpikir dalam upaya memahami dunia dan lingkungannya, baik secara obyektif maupun secara imajinatif. Karena itu, bahasa selain memiliki fungsi komunikatif, juga memiliki fungsi kognitif maupun afektif. Bahasa tidak hanya berfungsi untuk mengkomunikasikan pikiran, perasaan dan emosi saja tetapi bahasa juga merupakan suatu tingkah laku yang dapat membantu membentuk dunia si anak, yang membawanya dari dunia egosentris kepada sosiosentris</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Pada mulanya motif anak-anak untuk belajar bahasa ialah agar dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhanya, keinginan-keinginannya dan menguasai lingkungannya sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Kebutuhan utama anak-anak yang merupakan intensif baginya untuk belajar bicara adalah:</span></span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Keinginan untuk memperoleh informasi tentang lingkungannya, dan kemudian mengenai diri sendiri dan kawan-kawannya, yang telah terlihat pada usia dua setengah atau tiga tahun.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Memberi perintah dan menyatakan kemauan-kemauan.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Pergaulan sosial dengan orang lain.</span></span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Menyatakan pendapat dan ide-idenya.</span></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Anak usia sekolah mengalami beberapa kemajuan yang berkaitan dengan bahasa, antara lain:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><em><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></em><em><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Kemajuan berbicara</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Dengan meluasnya cakrawala sosial, anak menemukan bahwa berbicara merupakan sarana penting untuk memperoleh tempat di dalam kelompok. Anak juga mendapatkan bahwa bentuk-bentuk komunikasi yang sederhana seperti menangis, gerak isyarat, secara sosial tidak diterima. Hal ini membuat dorongan yang kuat bagi anak untuk mengembangkan kemampuan berbicara. Bantuan untuk memperbaiki pembicaraan pada akhir masa kanak-kanak berasal dari empat sumber, yaitu: orang tua, radio dan televisi, buku dan guru di sekolah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><em><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></em><em><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Penambahan kosa kata</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Sepanjang masa akhir kanak-kanak penambahan kosa kata umum terjadi secara tidak teratur yang bersumber dari berbagai pelajaran sekolah, bacaan, pembicaraan dengan anak-anak lain, televisi dan radio. Rata-rata anak kelas satu mengetahui sekitar 20.000 sampai 24.000 kata dan pada saat duduk di kelas lima anak mengetahui kurang lebih 50.000 kata. Anak yang lebih besar tidak hanya belajar banyak kata baru tetapi juga mempelajari arti baru dari kata-kata lama. Hal ini selanjutnya memperbanyak kosa kata. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><em><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></em><em><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Pengucapan</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Kesalahan dalam pengucapan kata-kata lebih sedikit pada usia ini daripada sebelumnya. Sebuah kata baru mungkin ketika pertama kali digunakan, diucapkan dengan tidak tepat, tetapi setelah beberapa kali mendengar pengucapan yang benar, anak sudah mampu mengucapkannya dengan benar. Namun tidak demikian halnya pada anak dari kelompok social ekonomi rendah yang dirumah lebih banyak mendengar kata-kata salah ucap daripada anak dari lingkungan rumah yang lebih baik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><em><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></em><em><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Pembentukan kalimat</span></span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Anak usia enam tahun harus sudah menguasai hampir semua jenis struktur kalimat. Dari usia enam sampai sembilan atau sepuluh tahun, panjang kalimat akan bertambah. Kalimat panjang biasanya tidak teratur dan terpotong-potong, namun berangsur-angsur setelah usia sembilan tahun anak mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan lebih padat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">C.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Perkembangan Fisik</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Perubahan struktur fisik yang ditandai dengan bertambahnya tinggi badan, berat proporsi badan dan keadaan fisik pada umumnya turut mempengaruhi tingkah laku anak. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan pada fungsi kelenjar-kelenjar endokrin. Keadaan fisik anak mempengaruhi reaksinya terhadap dirinya sendiri dan orang lain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Pertumbuhan dan perkembangan fisik sangat dipengaruhi oleh faktor kesehatan dan gizi yang baik. Semakin baik kesehatan dan gizi yang diperoleh maka semakin baik pertumbuhan fisik anak. Selain itu ketegangan emosional juga mempengaruhi pertumbuhan fisik. Anak yang tenang akan tumbuh lebih cepat daripada anak yang mengalami gangguan emosional.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Perbedaan seks dalam pertumbuhan fisik yang pada tahun-tahun sebelumnya hampir tidak tampak menonjol dalam akhir masa kanak-kanak. Pesatnya pertumbuhan pubertas anak laki-laki dinilai setahun lebih lambat daripada anak perempuan. Demikian juga pada pertumbuhan gigi dimana anak perempuan lebih cepat sedikit dari anak laki-laki, sedangkan kepala dan wajah anak laki-laki tumbuh lebih besar daripada anak perempuan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">D.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Perkembangan Emosi</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Emosi memainkan peranan penting dalam kehidupan anak. Dari pengalaman masa kecil kita ingat bahwa emosi memberi warna terhadap pengalaman sehari-hari dan juga merupakan motivasi terhadap tindakan atau perbuatan kita. Akan tetapi, adakalanya emosi itu menjadi penghalang atau penghambat sebab tidak semua emosi pada usia ini menyenangkan. Pada akhir masa kanak-kanak, ada waktu dimana anak sering mengalami emosi yang hebat disebabkan oleh sesuatu yang kurang menyenangkan maka dalam periode ini meningginya emosi menjadi periode ketidakseimbangan, yaitu pada saat anak menjadi sulit dihadapi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Meningginya emosi pada masa akhir kanak-kanak dapat disebabkan karena keadaan fisik dan lingkungan. Jika anak dalam keadaan sakit atau lelah, ia cenderung cepat marah, rewel dan umumnya sulit dihadapi. Sebelum masa kanak-kanak berakhir, ketika organ seks mulai berfungsi, meningginya emosi sedang mencapai puncaknya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Keadaan lingkungan yang menyebabkan meningginya emosi juga beragam dan serius. Hal ini dikarenakan penyesuaian diri pada setiap situasi baru selalu menyusahkan anak, sehingga meningginya emosi hampir selalu dilalui oleh anak-anak pada saat masuk sekolah. Setiap perubahan yang menonjol dalam pola kehidupan anak, seperti keretakkan keluarga akibat kematian atau perceraian akan selalu mengakibatkan emosi meninggi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Namun pada umumnya, akhir masa kanak-kanak merupakan periode yang relative tenang yang berlangsung sampai mulainya masa puber. Ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Peranan yang harus dilakukan oleh anak yang lebih besar sudah terumus secara jelas dan anak tahu bagaimana melaksanakanya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Permainan dan olah raga merupakan bentuk pelampiasan emosi yang tertahan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Dengan meningkatnya keterampilan anak tidak banyak mengalami kekecewaan dalam usahanya untuki menyelasaikan berbagai macam tugas dibandingkan dengan pada saat anak masih lebih muda. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">E.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Perkembangan Sosial</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Akhir masa kanak-kanak sering juga isebut sebagai “usia berkelompok” karena ditandai dengan adanya minat terhadap aktivitas teman-teman dan meningkatnya keinginan yang kuat untuk diterima sebagi anggota suatu kelompok dan merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Anak tidak lagi puas dengan bermain sendiri di rumah dengan anggota keluarga. Anak ingin bersama teman-temannya dan akan merasa kesepian serta tidak puas bila tidak bersama teman-temannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Dua atau tiga teman tidaklah cukup baginya. Anak ingin bersama dengan kelompoknya, karena hanya dengan demikian terdapat cukup teman untuk bermain, berolah raga dan dapat memberikan kegembiraan. Sejak anak masuk sekolah sampai masa puber, keinginan untuk bersama dan diterima kelompok semakin kuat. Hal ini berlaku baik bagi anak laki-laki maupun perempuan dan bahkan tidak jarang mereka membentuk sebuah geng. Namun geng anak-anak bukan berarti kelompok penjahat atau pengacau, bukan pula kelompok anak-anak nakal sebab geng anak-anak berbeda dengan geng remaja. Berikut adalah perbedaan geng anak-anak dengan geng remaja.</span></span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border-right:medium none;border-top:medium none;border-left:medium none;border-bottom:medium none;border-collapse:collapse;margin:auto auto auto 23.4pt;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;background:#d9d9d9 none repeat scroll 0 50%;width:207.7pt;padding:0 5.4pt;" width="277" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Geng anak-anak</span></span></strong></p>
</td>
<td style="background:#d9d9d9 none repeat scroll 0 50%;width:231.15pt;padding:0 5.4pt;" width="308" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Geng remaja</span></span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:207.7pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="277" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Tujuan utama geng anak-anak adalah memperoleh kesenangan, geng mereka terutama adalah kelompok bermain.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Terdiri anak-anak yang popular dengan teman sebaya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Geng anak-anak jarang beranggotakan kedua jenis seks</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Terdiri dari anak-anak yang usia dan perkembangannya sama dan yang memepunyai minat serta kemampuan yang sama.</span></span></p>
</td>
<td style="width:231.15pt;background-color:transparent;padding:0 5.4pt;" width="308" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Geng remaja bertujuan untuk menimbulkan kesulitan bagi orang lain sebagai pembalasan terhadap kelalaian kelompok social.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Terdiri dari remaja yang tidak berhasil memperoleh dukungan teman-teman sehingga mereka mereka bersatu untuk membalas dendam kepada orang yang tidak menerima mereka.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Geng remaja lebih banyak anggotanya terdiri dari kedua jenis seks daripada keanggotaan yang sejenis.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:Symbol;"><span><span style="font-size:small;">¨</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Terdiri dari individu-individu yang berbeda tingkat usianya dan tingkat kemampuannya serta minatnya tidak perlu sama.</span></span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"><span> </span>Adapun ciri-ciri geng anak-anak adaah sebagai berikut:</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">1.<span> </span>Geng anak-anak merupakan kelompok bermain. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Untuk menjadi anggota geng anak harus diajak.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Anggota geng cenderung terdiri dari jenis kelamin yang sama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Pada mulanya geng terdiri dari dari tiga atau empat anggota, tetapi jumlah ini meningkat dengan bertambah besarnya anak dan bertambah minatnya pada permainan atau olar raga.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Geng anak laki-laki sering terlibat dalam perilaku social buruk dari pada anak perempuan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Kegiatan geng yang populer meliputi permainan dan olah raga, menonton, dan berkumpul untuk mengobrol atau makan bersama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">7.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Geng mempunyai pusat tempat pertemuan, biasanya jauh dari pengawasan orang dewasa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">8.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Sebagian besar kelompok mempunyai tanda keanggotaan, misalnya anggota kelompok memakai pakaian yang sama atau yang warnanya sama.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 72pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">9.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Pemimpin yang mewakili ideal kelompok dan hampir dalam segala hal lebih unggul daripada anggota-anggota yang lain.<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0 0 0 54pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">F.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span></strong><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Tugas-tugas Perkembangan<span> </span></span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;line-height:150%;margin:0 0 0 18pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Tugas-tugas perkembangan yang harus dilalui pada akhir masa kanak-kanak menurut Havighurst, antara lain: </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">1.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permainan yang umum. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">2.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"><span> </span>Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluk yang sedang tumbuh.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">3.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Belajar menyesuaikan diri dengan teman-teman seusiannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">4.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepat.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">5.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Mengembangkan keterampilan-keterampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">6.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk hidup sehari-hari.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">7.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Mengembangkan hati nurani, pengertian moral, dan tata tingkatan nilai.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">8.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok soasial.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-18pt;line-height:150%;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span><span style="font-size:small;">9.</span><span style="font-family:'Times New Roman';"> </span></span></span><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">mencapai kebebasan pribadi.<span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">DAFTAR PUSTAKA</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Nasution, Noehi.1984. <em>Psikologi Pendidikan</em>. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"><span> </span>Kelembagaan Agama Islam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><strong><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Hurlock. B., Elizabeth. 1980. <em>Psikologi Perkembangan</em>. Terjemahan oleh Istiwidayanti &amp; </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"><span> </span>Soedjarwo. Tanpa tahun. Jakarta: Erlangga.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;">Painun dkk.1994. <em>Psikologi Perkembangan</em>. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"><span> </span>Kelembagaan Agama Islam dan Universitas Terbuka.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;margin:0;"><span style="font-family:'Arial Narrow';"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:center;margin:0;" align="center"><strong></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ningfaiza.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ningfaiza.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ningfaiza.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ningfaiza.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ningfaiza.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ningfaiza.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ningfaiza.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ningfaiza.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ningfaiza.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ningfaiza.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ningfaiza.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ningfaiza.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ningfaiza.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ningfaiza.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ningfaiza.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ningfaiza.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ningfaiza.wordpress.com&amp;blog=4805831&amp;post=3&amp;subd=ningfaiza&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ningfaiza.wordpress.com/2008/09/10/perkembangan-anak-usia-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c70234504375eb561d64902fbc04ba67?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">ningfaiz</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
